Jurgen Klopp Kritik Keras Beberapa Federasi Sepakbola

Jurgen Klopp mengkritik keras pihak Federasi Sepakbola Eropa (UEFA), Federasi Sepakbola Inggris (FA). Bahkan Federasi Sepakbola Dunia (FIFA), atas buruknya manajemen jadwal pertandingan di Liga Inggris.

Jurgen Klopp

Kritikan keras yang dilontarkan oleh Klopp memang bisa dimaklumin. Hal tersebut lantaran Liverpool harus menjalani dua pertandingan sekaligus dalam satu hari. Dengan kondisi demikian tak pelak membuat sang pelatih Liverpool ini jadi kebingungan.

Sebagaimana diketahui Liverpool memiliki peluang untuk bermain dua pertandingan di hari yang sama. Karena Liverpool sendiri berhasil lolos ke perempatfinal Piala Liga Inggris 2019-2020. Laga perempatfinal Piala Liga Inggris 2019-2020 yang mempertemukan Liverpool melawan Aston Villa. Direncanakan bakal berlangsung pada Rabu 18 Desember 2019.

Tak hanya pertandingan tersebut saja yang akan terjadi pada hari tersebut. Pada hari yang sama pula nantinya Liverpool juga akan menjalani pertandingan lainnya. Yakni laga semifinal Piala Dunia Klub 2019, yang dihelat di Qatar.

Sebenarnya Klopp memiliki solusi untuk masalahnya tersebut. Liverpool saat ini memiliki skuad yang dapat dibagi menjadi dua tim. Hal tersebut dibenarkan melalui laporan dari Sportbible pada Sabtu 01 November 2019. Klopp memiliki peluang untuk menurunkan dua tim dengan kompisi pemain yang tak terlalu berbeda jauh.

Rencananya Liverpool bakal menurunkan tim seniornya di semifinal Piala Dunia Klub 2019 di Qatar. Hal tersebut diputuskan lantaran jelas kompetisi itu sedikit lebih prestisius. Bila dibandingkan Piala Liga Inggris, jadi Klopp harus membawa para pemain terbaiknya.

Klopp sendiri saat ini mengupayakan agar pihak kompetisi tersebut. Dapat memundurkan laga melawan Aston Villa tersebut Rabu 8 Januari 2020 mendatang. Namun jika hal tersebut tidak dapat dilakukan oleh pihak penyelenggara. Maka Klopp tak punya pilihan selain membagi skuadnya menjadi dua tim nantinya.

Jika hal tersebut samnpai terjadi Klopp bisa memecahkan rekor. Sebagai klub pertama yang mampu tampil dua pertandingan berbeda dalam satu hari.