Tiga Grup Neraka Di Liga Champions Musim 2017/2018

GlobalHarmony – Grup neraka Liga Champions – Tanggal 24 Agustus 2017 yang lalu merupakan hari mendebarkan yang membuat ketar-ketir para manajer klub elit di benua Eropa yang tergabung dalam fase babak penyisihan grup Liga Champions musim anyar ini. Setelah babak play off berakhir dengan memberikan beberapa kontribusi nama, maka kini kembali mencuat sebutan grup neraka. Siapa saja grup neraka Liga Champions musim 2017/2018 ini?

Ya, kali ini ada tiga grup neraka Liga Champions 2017/2018 yang akan membuat arena kasta teratas sepak bola Eropa semakin panas. Grup C disesaki tiga grup besar yakni Chelsea, Atletico Madrid dan AS Roma yang memiliki sosok Kevin Strootman. Tim debutan asal Azerbaijan melengkapi grup C tersebut yakni Qarabag. Tentu hal tersebut membuat tiga klub besar akan bersaing ketat memperebutkan dua tiket menuju babak  16 besar Liga Champions.

Grup neraka Liga Champions musim ini selanjutnya adalah bertemunya dua klub elit yaitu Real Madrid dan Borrussia Dortmund. Mereka juga bertemu musim lalu dan kini harus mengulang hal yang sama. Pertemuan keduanya di laga Liga Champions selalu membuat atmosfir lapangan hijau gegap gempita. Selain dua tim besar di grup H tersebut, ada pula Tottenham Hotspurs sebagai wakil Inggris dan juga wakil Siprus, APOEL.

Bukan hanya Real Madrid dan Borrusia Dortmund saja yang bertemu di grup neraka Liga Champions pada awal penyisihan grup, namun juga Barcelona. Klub yang menjadi pemenang Liga Champions musim 2014/2015 itu bertemu dengan Juventus di grup D. Tentu hal tersebut mengingatkan penggemar sepak bola pada babak sengit final Liga Champions musim yang sama. Barcelona mengungguli Juventus di partai final yang membuat Juventus harus kembali gigit jari.

Aroma sengit Liga Champions 2017/2018 semakin terasa meski pertandingan akan dimulai tanggal 12-13 September mendatang. Selain grup neraka tersebut, grup lain diisi beberapa klub elit dan klub pendatang. Tentu tak bisa diremehkan para klub debutan yang bisa saja menjadi kuda hitam. Kita tunggu saja bagaimana para tim elit Eropa tersebut bersaing di Liga Champions musim 2017/2018. Apakah Real Madrid akan kembali mempertahankan gelar juara tiga musim berturut-turut atau sebaliknya?